Friday, July 29, 2011

coretan hatiku ..

Ya Allah…Ya Rahman…Ya Rahim…
Allah Rabbi aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cintaku untuk-Mu berkurang
Hingga membuatkanku lalai akan adanya Engkau
Allahu Rabbi aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta




Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tidak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh
Allah Rabbi
Izinkan bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami
Berikanlah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu
Allah Rabbi
Pintaku yang terakhir adalah seandainya aku jatuh hati
Jangan pernah kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu.




Friday, July 1, 2011

kisah pemuda dengan tiga pertanyaan

Kisah Pemuda Dengan 3 Pertanyaan



Ada seorang pemuda yang sudah lama menuntut di Amerika telah kembali ke Tanah air. Sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang Guru agama, kiai atau siapapun yang mampu menjawab 3 pertanyaannya.

Akhirnya Orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut.

Pemuda : Anda siapa? Dan apakah mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?

Kiyai : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda

Pemuda : Anda yakin? Sedangkan Profesor dan banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya.

Kiyai : Saya akan mencuba sejauh kemampuan saya

Pemuda : Saya punya 3 buah pertanyaan
1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukkan wujud Tuhan kepada saya.2. Apakah yang dinamakan takdir.3. Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat syaitan, sebab mereka memiliki unsur yang sama.

Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?Tiba-tiba Kiyai tersebut menampar pipi si Pemuda dengan keras.

Pemuda (sambil menahan sakit) : Kenapa anda marah kepada saya?

Kiyai : Saya tidak marah...Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 buah pertanyaan yang anda ajukan kepada saya

Pemuda : Saya sungguh-sungguh tidak mengertiKiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?

Pemuda : Tentu saja saya merasakan sakit

Kiyai : Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?

Pemuda : Ya

Kiyai : Tunjukan pada saya wujud sakit itu !

Pemuda : Saya tidak boleh...

Kiyai : Itulah jawaban pertanyaan pertama: kita semua merasakan keberadaan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.

Kiyai : Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?

Pemuda : Tidak

Kiyai : Apakah pernah terfikir oleh anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini?

Pemuda : Tidak

Kiyai : Itulah yang dinamakan Takdir

Kiyai : Dibuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?

Pemuda : Kulit

Kiyai : Dibuat dari apa pipi anda?

Pemuda : Kulit

Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?

Pemuda : Sakit

Kiyai : Walaupun Syaitan terbuat dari api dan Neraka terbuat dari api, jika Tuhan berkehendak maka Neraka akan menjadi tempat menyakitkan untuk syaitan.Renungkan...renungkanlah...

Friday, June 24, 2011

doa pemuda yang ingin mencari isteri solehah

Ya..Rabbi……
Aku tak meminta seseorang yang sempurna
Hingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu
Seseorang yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
Seorang yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya
Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya lebih hidup
Aku tidak mengharap dia semulia Fatimah Radhiyallahuanha, tidak setaqwa Aisyah Radhiyallahuanha ,Pun tidak secantik Zainab Radhiyallahuanha, apalagi sekaya Khodijah Radhiyallahuanha.
Aku hanya mengharap seorang akhwat akhir zaman,
Yang punya cita-cita mengikuti jejak mereka,
Membangun keturunan yang sholeh,
Membangun peradaban, dan membuat Rasulullah shallahu’alaihiwasalam bangga di akhirat
Karena aku sadar aku bukanlahorang yang semulia Abu Bakar Radhiyallahuanhu,
Atau setaqwa Umar Radhiyallahuanhu, pun setabah Ustman Radhiyallahuanhu,
Ataupun sekaya Abdurrahman bin auf Radhiyallahuanhu, setegar zaid Radhiyallahuanhu
Juga segagah Ali Radhiyallahuanhu, apalagi setampan UsamahRadhiyallahuanhu.
Aku hanyalah seorang lelaki akhir zaman yang punya cita – cinta..
Ya…..Rabbii …….
Aku juga meminta, Jadikanlah ia sandaran bagiku
Buatlah aku menjadi Pemuda yang dapat membuatnya bangga
Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sepenuh jiwaku
Ya…..Rabbii …….
Aku juga meminta, Jadikanlah ia sandaran bagiku
Buatlah aku menjadi Pemuda yang dapat membuatnya bangga
Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sepenuh jiwaku
Berikanlah sifat yang lembut, sehingga auraku datang dariMu
Berikanlah aku tangan sehingga aku mampu berdoa untuknya
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak kebaikan dalam dirinya
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana,
Mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat

niat ....(1)

assalamualaikum......
dgn nma Allah yang maha pemurah lagi maha mengasihani ...


   Al-hamdulillah,dapat lagi diriku ini hdup oleh Allah SWT dan memberi ku kesempatan lagi untuk menulis bait-bait madah pujangga yang insyaAllah dapt diambil sbgai iktibar oleh sahabat-sahabat sekalian ....aku sebenarnya memang tdk sempat untuk publish setiap penulisan kerana sibuk menguruskn amnah yang telah dipertanggungjwb ke ats ku ......
  
    Al-hamdulillah juga skrg aku berada di semester ketiga program persediaan di IPG-kampus pendidikan Islam ini. dan pada mggu depan akan ku terima pelajar2 bru yang akn menghiasi suasana ipg ini ....dan aku akn mendapt gelaran sebagai senior .....hahaha...biar je la ...xkn nk stay trus jd junior ......msti kna meningkt ckit ....bru matured ...huhuhu....

   Tp aku bkn nk ckp psl bdk2 yg nk bru msuk ni ......biasa la awal2 semester ni ...msti mcm2 azm yg kita dgr dri kwn2 kita ......"ak nk bljr sgguh sem ni .....biar blh pointer 4.0 kali ni"......"aku azam nk siapkan assigmnt sblm main fb"......"aku nk jADi senior yg trbaik"......mcm2 la aku dgr dr membr2 aku ni ........suka hati korang la .....janji niat dan azam tu msti ikhlas kerana Allah .....bru berkat ......berckp tntg berkat ni ...tringat aku pada kisah ibu susu nabi Muhammad SAW , Halimatus Sa'diah .......begini ceritanya .....
 

   Ketika Halimatus Sa'diah mnerima nabi sbgai anak susuannya,beliau mnyedari bhwa Siti Aminah adlh hnyalah seorg janda yg yg tdak memilki hrta kekayaan...walaupn dtg dari keluarga terhormat ....tiba2 bliau mendgr suatu bisikan....suara itu memintanya agr tdak mementingkan upah sbgai blsn mnyusu seorng ank susuan. Biasanya kaum wanita lain akn menolak utk mnyusui ank2 yg tdak mempunyai ayah . setelah suaminya setuju ...suaminya itu trus pergi berjumpa dgn Abdul Mutalib ....dtuk kpd bayi tersebut ....
  
    Abdul Mutalib berasa sgt gembira krn Halimah sudi mnyusukan cucunya itu. Halimah amt mnyenangi bayi itu.....wajahnya yg sgguh comel ….


bersambung ….

Friday, June 3, 2011

Lelaki Sejati



Lelaki Sejati bukan dilihat dari hasil yang ia capai sahaja, tetapi dari besarnya pengorbanan untuk mencapai tujuan.



Lelaki Sejati bukanlah dilihat dari kecerdasan isi otaknya sahaja, tetapi dari kesanggupan berkongsi ilmu yang ia punya.

Lelaki Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar sahaja, tetapi dari kasih sayangnya pada orang di sekitarnya.

Lelaki Sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang sahaja, tetapi dari kelembutannya mengatakan suatu kebenaran.








Lelaki Sejati bukan dilihat dari besarnya musuh yang dilawannya, tetapi dari ia menjadikan Syaitan dan para pengikutnya sebagai musuh yang nyata.

Lelaki Sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya sahaja, tetapi dari sikap bersahabatnya pada pada setiap makhluk Tuhan.

Lelaki Sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia dihormati oleh kawannya sahaja, tetapi bagaimana dia juga dihormati oleh lawannya.


Lelaki Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan sahaja, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan.




Lelaki Sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang sahaja, tetapi dari hati yang ada dibalik itu.


Lelaki Sejati bukanlah dilihat dari banyaknya Wanita yang memujanya, tetapi komitmennya terhadap Wanita yang dicintai.


Lelaki Sejati bukanlah dilihat dari jumlah cabaran yang dibebankan sahaja, tetapi dari tabahnya dia menghadapi liku-liku kehidupan

.

Lelaki Sejati bukanlah dilihat dari indahnya membaca Al-Quran sahaja, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca.


Lelaki Sejati bukan pintarnya melafazkan sebuah janji suci, melainkan bukti yang pasti.




Lelaki Sejati adalah yang benar-benar Lelaki!

Monday, May 23, 2011

jagalah aku.....




"Dinikahi wanita itu kerana empat perkara; kerana hartanya, keturunannya, kecantikkannya dan agamanya. Maka pilihlah dalam hal keagamaannya. Nescaya beruntunglah kedua-dua tanganmu." (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)
"Kerja, kerja, dan kerja. Aku bosan dengan semua ini.", getus hati kecil Izhar yang merasakan hidupnya sekarang sunyi dan sepi.
Izhar merupakan seorang peguam di mahkamah syariah dan bertugas sebagai seorang pendakwa raya.
"Hari-hari berhadapan dengan kes-kes penceraian, khalwat…", bagaikan tertekan dengan kesibukan kerjayanya sehingga diri sendiri seakan tidak terurus.
"Hidup bersahabat memang berbeza dengan hidup berteman...", tiba-tiba sahaja tersentuh hati Izhar untuk mencari pasangan setelah sekian lama dia hidup bersendirian.
Dengan ini, bermulalah kisah Si Ustaz dalam mencari pasangan hidupnya. Dengan langkahnya pertama, usaha Izhar telah bertemu dengan seorang gadis. Namanya Alfatunnisa'. Cantikkan namanya, begitulah juga parasnya, secantik namanya. Gadis ini adalah rakan sekampus kawan Izhar semasa menuntut di Jepun dahulu.

Alfatunnisa' adalah anak orang ternama, anak Tan Sri Ahmad. Gugup juga Izhar apabila hendak berhadapan dengan Tan Sri. Tetapi itu dulu, sebelum Izhar kenal dengan Tan Sri. Sekarang hubungan mereka nampaknya sudah rapat seperti saudara sendiri. Mungkin itulah yang dikatakan jodoh. Sebenarnya perkenalan dengan gadis ni bukanlah lama, sekejap saja. Mereka memang merancang untuk mendirikan rumahtangga bersama namun semakin lama dikenali, gadis itu seakan sudah banyak berubah.
"Mungkin ini bukan jodohku, aku tak tahu erti cinta...adakah aku tertarik padanya ataupun pada hartanya...Nauzubillah, ya Allah..selamatkan diriku daripada godaan syaitan...", hati Izhar berbisik dan berdoa sendirian.

Pada langkah pertama, Izhar gagal menemui cinta hatinya. Pencarian Izhar tidak berakhir hanya di situ. Akhirnya semasa menguruskan kes anak guamannya, Izhar tertarik pula dengan anak kepada anak guamannya. Surina namanya, berasal daripada keluarga yang sederhana, Orangnya bijak bekata-kata. Akhirnya Izhar terpancing jua. Sesungguhnya Allah mengetahui segala-galanya.
Pada suatu hari, Izhar terserempak dengan Surina di salah satu pasar raya berdekatan bersama seorang jejaka, mesra sekali lagak mereka. Setelah disiasat, sungguh tidak disangka-sangka bahawa Surina yang sangat petah dan bijak berkata-kata selama ni sanggup berdusta dan mengambil kesempatan. Surina sebenarnya bekerja di kelab malam.
"Astaghfirullahal azim.. Alhamdulilah, daku bersyukur padamu ya Rabbi, Engkau menyelamatkanku daripada segala bencana, sekiranya aku berkahwin dengan keturunan seperti ini, amatlah pedih untuk aku melalui sisa-sisa hidup ini…", syukur Izhar atas segala petunjuk daripadaNya.

Setelah kecewa dengan gelagat cinta yang baru ditemui itu, Izhar sepertinya sudah putus harapan. Bagi Izhar, biarlah masa yang menentukan kerana dia yakin akan ketentuan Allah.
Bulan silih berganti, hari demi hari, putaran jam meninggalkan masa-masa yang lalu. Izhar semakin sibuk dengan menguruskan firmanya. Suatu hari, Izhar menghadiri mesyuarat untuk satu program yang disertainya, program "Selamatkan Jiwa". Mesyuarat pada hari itu pula melibatkan seluruh mahkamah syari'ah di kawasan tersebut. Dalam kalangan ahli jawatankuasa yang datang, Izhar terpandang ke arah seorang wanita yang dirasakan amat berbeza dengan wanita-wanira lain. Sangat pendiam orangnya.

Diam-diam ubi berisi, namun apabila melontarkan idea, cukup bernas! Memang cantik orangnya. Sopan dan berjubah adalah penampilan yang dipilih. Tidak hairanlah kerana gadis ini merupakan alumni Universiti Al-Azhar, dan ayahnya adalah imam di kampungnya. Izhar akhirnya mengambil kata putus untuk menulis sepucuk surat untuk menyatakan isi hatinya.
Salam perkenalan buat saudari Sa'adatul Sakinah...
Dengan lafaz bismillahhirrahmanirrahim, saya meminta izin daripada saudari untuk mengenali dengan lebih dekat lagi. Saya amat tertarik dengan saudari, pandangan mata yang penuh keihklasan melontarkan idea-idea yang bernas untuk melakukan kebajikan di jalan Allah. Mungkin Allah telah mempertemukan kita, dalam situasi yang sama.
Dirimu yang sempurna, memperjuangkan kalimah suci Allah membuatkan saya tertarik dengan saudari. Tidak sepertimana perempuan-perempuan di luar sana yang pernah saya kenali. Andainya diri tidak berpunya, izinkan saya untuk melamar awak sebagai isteri saya yang sah.
Ikhlas, Izhar...
Wassalam saudaraku Muhd Izhar...
Buat saudara yang baru ku kenali, sesungguhnya pertemuan dan perpisahan adalah milik Allah, Dialah yang berhak mengaturkan segalanya. Sudi-sudikanlah menghayati nota-nota yang ku tulis buatmu...
Wahai saudaraku...Cinta pertama mengukir peristiwa, menguggat pelbagai perkara. Ketahuilah saudara, jangan mempercayai pada pandangan mata, ia hanya pandangan syaitan durjana. Usah memujiku lebih darinya, kiranya diri ini masih kurang seadanya, idea hanyalah pandangan manusia, belum tentu betul pada pandangan yang Esa. Sempurnaku tak sempurna Nabiku, kerana aku hanya manusia biasa, dan ketahuilah sahabat, manusia tidak akan pernah sempurna.
Wahai saudaraku...janganlah kau membanding-bandingkan diriku dengan insan lain, sesungguhnya Allah tidak menyukai hambaNya mempersoal mengenai keburukan mereka. Kiranya engkau membenci kemaksiatan, tugasmu adalah membawa mereka berhijrah dan tidak sesekali berhujah untuk menyemarakkan lagi hati mereka.
Kirannya aku jatuh cinta padamu, itu kerana aku jatuh cinta pada kesederhanaanmu, dan kiranya aku membenci dirimu, tidak bermakna aku membenci dirmu, tetapi aku membenci egomu. ingatlah wahai Adam, manusia adalah sama, hiris tangan, pastinya darah yang mengalir adalah merah. Hanya Allah yang dapat membezakan hambanya, dan kita sebagai hamba tidak layak untuk membuat penilaian.
Andainya kamu mencintaiku kerana Allah yang maha Pencipta..Sesungguhnya aku belum berpunya, diriku hanyalah untuk Dia. Aku menerima lamaranmu dengan hati yang terbuka, Kiranya ini menambahkan ketaqwaanku padaNya. Inilah nota-nota cintaku buatmu lelaki yang akan bergelar suami…
"Astaghfirullahal 'azim... Astaghfirullahal ‘azim… Astaghfirullahal ‘azim… Ampunkan dosaku ya Allah. Sesungguhnya selama ini aku telah tewas dalam permainan cinta. Terlampau mengejar cinta, aku telah melakukan dosa pada mereka. Sesungguhnya diriku kerdil di hadapanMu ya Rabbi. Aku sememangnya tidak layak untuk menghukum manusia, sesungguhnya aku seorang hamba seperti mereka..",
 doa Izhar selepas menunaikan solat tahajjudnya.

Izhar kini bersyukur kerana telah dikurniakan oleh Allah seorang isteri yang solehah, mampu memandu hidupnya dan saling melengkapi dan memperbaiki dalam kesilapan masing-masing. Dia tersedar akan kesilapannya terhadap Surina dan Alfatunnisa yang gagal menemukan mereka kepada kebenaran.
Yakinlah bahawa sesungguhnya jodoh itu rahsia Allah dan masanya pasti akan tiba...



Friday, May 20, 2011

setiap kali....

\


Setiap kali mendapat nikmat
jarang kusedari itu pemberian-Mu
terkadang rasa itu kerana
segala usaha dan penat lelahku sahaja

setiap kali ditimpa musibah
kumengeluh risau bertambah gelisah
hingga terlupa pada-Mu Allah
tempat kembali segala masalah

oh Tuhan Yang Maha Penyayang 
leraikanlah aku dari keluh kesah 
yang membelenggu jiwa dan fikiran 
ditambah dengan hasutan syaitan 

kurniakanlah kepadaku ketabahan 
singkapkanku hikmah segala ketentuan 
Moga sinar-Mu berikanku pedoman 
Hanya pada-Mu segala ketetapan

seandainya diri ini
mampu meraih cinta keredhaan-Mu
seandainya akulah insan yang terpilih
pimpini hidupku